Profil Padukuhan Karakan 06
- Gambaran Umum dan Potensi Wilayah Padukuhan Karakan 06
Padukuhan Karakan 06 masuk dalam wilayah Kalurahan Sidomoyo, Godean, Sleman, DIY. Padukuhan Karakan 06 terletak di utara Padukuhan Krandon Lembaga kemasyarakat yang ada di Padukuhan Karakan 06 yaitu terdapat 2 Rukun Warga (Rw 012, 013) dan 4 Rukun Tetangga (Rt 01, 02, 03, 04), LPMD (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa) dan Ormika (Organisasi Muda Mudi Karakan). dengan luas wilayah padukuhan 20,802ha Bagian Tepi barat dan juga utara adanya persawahan dan juga di lintasi aliran Sungai. Sebagian masyarakat berprofesi sebagai petani, dengan lahan pertanian berupa tegal dan lahan kering dengan sistem tadah hujan diwaktu musim penghujan. Padukuhan Karakan 06 memiliki batas wilayah sebelah selatan yakni wilayah Padukuhan Krandon, Utara Padukuhan Tegalan.
Dilihat dari potensi Padukuhan Karakan sangat cocok untuk kegiatan pertanian dan dimusim hujan tanah sekitar persawahan di tumbuhi rumput yang lebat cocok untuk pakan ternak. Masyarakat Padukuhan Karakan 06 dalam kehidupan sehari-hari sangat damai, rukun, dan banyak kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan sosial. Apabila dilihat dari nilai budaya masyarakat warga masih tetap melestarikan kegiatan budaya seperti Kesenian Jathilan dan Tari tari lainya.
- Kependudukan
Aspek kependudukan yang beraneka ragam dengan berbagai macam latar pendidikan, pekerjaan dan usia yang berbeda-beda merupakan faktor yang sangat berperan dalam penyusunan tata ruang Padukuhan. jumlah penduduk 445 Laki-laki, 404 Perempuan, 849 jiwa dan 304 KK.
- Keadaan Sosial
1.1 Budaya
Di Padukuhan Karakan masih melestarikan berbagai kegiatan yang tumbuh dan berkembang diantaranya seperti, kenduri, Nyadran, dan sebagainya. Selain itu juga terdapat budaya yang masih dilestarikan dalam tradisi menyambut kelahiran anak, yaitu tingkeban / mitoni (masa hamil), puputan, dan selapanan. Dalam rangka prosesi perkawinan anak juga dikenal tradisi lamaran, sesenan, punaran, resepsi, dan sebagainya. Serta terdapat tradisi untuk memperingati kematian keluarga seperti pitung dino/tujuh hari, patang puluh, nyatus, pendak pisan, pendak pindo, dan nyewu (seribu hari). Padukuhan Karakan 06 memiliki kelompok kesenian tradisional, yakni Kesenian Jathilan, Kesenian Jathilan merupakan salah satu kekayaan budaya dari Padukuhan Karakan 06 yang sudah ada sejak tahun 80-an
1.2 Agama
Penduduk Padukuhan Karakan 06 mayoritas beragama Islam.
- Keadaan Ekonomi
1.1 Sumber Daya Alam dan Sektor Penunjang
Pertumbuhan ekonomi di Padukuhan Karakan 06 masih bertumpu pada sektor pertanian arti luas (pertanian, perkebunan) sektor lain yang diharapkan mampu menopang pertumbuhan ekonomi Padukuhan Karakan 06 antara lain industri kecil, perdagangan, dll.
- Pemanfaatan Lahan
Pemanfaatan lahan di Padukuhan Karakan 06 sebagian besar adalah lahan pertanian dan permukiman penduduk, berupa sawah dan lahan bangunan yang berkembang. Selain itu berupa perkebunan, permukiman, jalan, pemakaman, dll.
- Flora dan Fauna
- Jenis Flora yang cocok dan berkembang di Padukuhan Karakan 06:
- Tanaman pertanian : Padi, jagung, ketela, cabe dll.
- Tanaman empon-empon : Jahe, kunyit, kencur, dll.
- Jenis Fauna yang berkembang di Padukuhan Karakan 06:
- Jenis Unggas : Ayam, bebek, burung, dll.
- Jenis hewan liar : Ular, Garangan dll.
- Jenis Burung liar : Trucukan, Kolibri, Tyto alba, Manguni
- Jenis Hewan Piaraan : Sapi, kambing, ayam, dll.
- Industri Kerajinan Rumah Tangga
Industri kerajinan rumah tangga yang ada di Padukuhan Karakan 06 adalah sebagaimana tersaji dalam tabel berikut ini:
|
No |
Jenis Industri |
Jumlah |
Keterangan |
|
1 |
Pengerajin Kursi Rotan |
2 |
Karakan |
|
2 |
Pengerajin Sangkar |
2 |
Karakan |
|
3 |
Tanaman Hias |
3 |
Karakan |
1.2 Sarana dan Prasarana Padukuhan Karakan 06
- Sarana dan Prasarana Pemerintah Padukuhan Karakan 06
Dalam rangka pelaksanaan Penyelenggaraan Pemerintahan, Pelaksanaan Pembangunan, Pembinaan dan Pemberdayaan masyarakat Padukuhan Karakan 06 belum memiliki fasilitas penunjang seperti Balai Dusun,
- Sarana dan Prasarana Transportasi
Secara umum wilayah Padukuhan Karakan 06 telah memiliki fasilitas jalan yang menghubungkan antar padukuhan maupun antar kalurahan, serta jalan kabupaten yang menghubungkan antar Kapanewon. Mengingat prasarana jalan merupakan penunjang utama dalam mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat maka pemeliharaan dan pembangunan yang menjadi kewenangan kalurahan perlu dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, sehingga perlu dukungan dari semua pihak baik Pemerintah Kabupaten maupun Pusat. Mayoritas sarana transportasi yang dimiliki oleh warga Padukuhan Karakan 06 adalah kendaraan roda dua (sepeda motor), sedangkan kendaraan roda empat atau lebih (mobil) masih terbatas.
- Sarana dan Prasarana Peribadatan
Warga Padukuhan Karakan 06 penduduknya mayoritas beragama Islam. Prasarana Peribadatan yang ada di Padukuhan Karakan berupa Masjid yang berjumlah 1 buah.
Struktur Organisasi Pengurus Padukuhan Karakan 06
- Nama Padukuhan : Karakan 06
- Alamat Sekretariat : Karakan 06
- Kepengurusan
- Dukuh Karakan : Liling Watiyasita, S.Si
- Ketua LMPD : Warjiyono
- RW 12 : Dodi
- RW 13 : Suparno
- RT 01 : Suranto
- RT 02 : Aris Munandar
- RT 03 : Janang
- RT 04 : Mufidah
- Ketua Minggu Wage : Yuli Anggoro
- KETUA KARANG TARUNA : Wildan
- HANSIP : Tukijan Yuli Anggoro
. Potensi 5 (lima) Aspek Kebudayaan
- kegiatan Adat dan Tradisi
|
No |
Nama Kegiatan |
Tujuan |
Lembaga Pelaksanaan |
Bentuk Sarana dan Prasarana |
Waktu Pelaksanaan |
Sumber Pendanaan |
|
1 |
Nyadran |
Menunjukan bakti kepada leluhhur dan pendahulu |
Padukuhan |
|
Setiap 1 Tahun Sekali sebelum datang bulan Ramadhan |
|
|
2 |
Merti dusun |
Mengungkapkan rasa Syukur Kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berbagai karunia dan rezeki yang diberikan kepada Masyarakat dusun |
Padukuhan |
Nasi wuduk, ingkung ayam jago, trancam, sambel, kedelai goreng, sekul sepuh, sego among, sego golong, jajan pasar, palawija, jadah, tempe, |
Setiap 5 Tahun Sekali |
Warga |
|
3 |
Kenduri Suran |
Menyambut tahun baru Hijriyah |
Warga |
Nasi sayur lombok ijo, tempe, tahu, rempeyek |
Muharam |
Swadaya |
|
4 |
Kenduri Selikuran (21) |
Meningkatkan sepuluh hari terakhir dengan sedekah |
RT |
Nasi sayur lombok ijo, tempe, tahu, rempeyek |
Tgl 20 Ramadhan (malam 21) |
Swadaya |
|
5 |
Sepasaran / Puputan |
Pemberian tetenger/ nama bayi |
Perorangan |
Sego among, jenang abang putih |
5 hari setelah bayi lahir |
Swadaya |
|
6 |
Kenduri Selapanan |
Pungkasan sarean |
Perorangan |
Nasi wuduk, ingkung ayam, rancam, sambal, nasi among, sego liwet, jajan pasar, pala wija, sekar konyoh |
35 hari setelah bayi lahir |
Swadaya |
|
7 |
Kenduri Khitanan |
Mohon keselamatan pagas anak laki – laki |
Perorangan |
Nasi wuduk, ingkung ayam, nasi mong, jajan pasar, palawija |
saat pagas |
Swadaya |
|
8 |
Kenduri slametan mantu |
Mohon keselamatan dalam pelaksanaan ijab qobul |
Perorangan |
nasi wuduk, ingkung ayam, rancam, sambal, sego among, jajan pasar, palawija |
Sehari sebelum akad nikah |
Swadaya |
|
9 |
Mitoni |
Syukuran usia kandungan genap 7 bulan |
Perorangan |
Nasi wuduk, rancam, sambal, ingkung ayam, sambal, sego among, jajan pasar, pala wija |
7 bulan usia kandungan |
Swadaya |
|
10 |
Slametan surtanah |
Penghormatan terakhir kepada orang yang meninggal dunia |
Perorangan |
Nasi, rempeyek, ayam, tempe goreng, tumis tempe, kluwih |
Setelah pemakaman jenazah |
Swadaya |
|
11 |
Slametan 3 hari |
Memperingati 3 hari meninggalnya seseorang |
Perorangan |
Nasi, rempeyek, ayam, tempe goreng, tumis tempe, tumpeng samir, kluwir |
3 hari setelah pemakaman jenazah |
Swadaya |
|
12 |
Slametan 7 hari |
Memperingati 7 hari meninggalnya seseorang |
Perorangan |
Nasi wuduk, rempeyek, ingkung ayam, trancam, sambal, tempe goreng, tumis tempe, tumpeng samir, kluwih |
7 Hari setelah pemakaman jenazah |
Swadaya |
|
13 |
Slametan 40 hari |
Memperingati 40 hari meninggalnya seseorang |
Perorangan |
Nasi wuduk, rempeyek, ingkung ayam, trancam, sambal, tempe goreng, tumis tempe, tumpeng samir, kluwih |
40 hari setelah pemakaman jenazah |
Swadaya |
|
14 |
Slametan 100 hari |
Memperingati 100 hari meninggalnya seseorang |
Perorangan |
Nasi wuduk, rempeyek, ingkung ayam, trancam, sambal, tempe goreng, tumis tempe, tumpeng samir, kluwih |
100 hari setelah pemakaman jenazah |
Swadaya |
|
15 |
Slametan Pendak 1 |
Memperingati 1 tahun meninggalnya seseorang |
Perorangan |
Nasi wuduk, rempeyek, ingkung ayam, trancam, sambal,tempe, tumpeng samir, goreng, tumis tempe, kluwih |
1 tahun setelah pemakaman jenazah |
Swadaya |
|
16 |
Slametan Pendak 2 |
Memperingati 2 tahun meninggalnya seseorang |
Perorangan |
Nasi wuduk, rempeyek, ingkung ayam, trancam, sambal, tempe goreng, tumis tempe, tumpeng samir, kluwih |
2 tahun setelah pemakaman jenazah |
Swadaya |
|
17 |
Slametan 1000 hari ( 3 tahun ) |
Memperingati 3 tahun meninggalnya seseorang |
perorangan |
Nasi wuduk, rempeyek, ingkung ayam, trancam, sambal, tempe goreng, tumis tempe, tumpeng samir, kluwih |
1000 hari setelah pemakaman jenazah |
Swadaya |
|
18 |
Ijab Majemukan |
Upacara temu manten |
Perorangan |
Nasi tumpeng 5, jajan pasat, jenang abang putih, jenang baro-baro, urapan, telur rebus, jenang baning |
saat bertemu temanten / Ijab Kobul |
Swadaya |
- Permainan Rakyat (Permainan Tradisional)
|
No |
Nama Permainan |
Deskripsi Permainan |
Frekuensi Pelaksanaan Permainan |
Pelaku (anak -anak / orang tua) |
|
1 |
Dakon |
Permainan ini dengan batu krikil atau sejenisnya yang diisi 6 lubang tanah dan 2 lumbung yang mendapat krikil terbanyak itulah pemenangnya |
Tiap musim kemarau |
anak – anak |
|
2 |
Benthik |
Dengan membuat lubangan kecil kemudian menggunakan 1 kayu pendek sebagai alat yang di tampol, dan kayu yang panjang sebagai tampolnya |
Tiap musim kemarau |
Anak -anak |
|
3 |
Jelungan |
Berjumlah 3 atau lebih yang kalah pingsut jaga yang lain sembunyi, tugas penjaga adalah mengamankan markas dan mencari kawan yang sembunyi |
Setiap saat |
Anak – anak |
|
4 |
Gobak sodor |
Permainan yang dilakukan oleh 10 anak, dengan membuat kotak – kotak pada lantai, dan tiap kelompok berusaha menerobos masuk dan keluar garis yang dijaga lawan |
Setiap saat |
Anak – anak |
|
5 |
Egrang |
Dilakukan dengan cara berjalan menggunakan alat yang terbuat dari bambu yang ada pijakan kakinya |
Setiap saat |
Anak-anak |
|
6 |
Layangan |
Permainan menerbangkan layangan yang dirangkai dari kerangka dari lidi bambu dan dibalut dengan kertas jepun sebagai pertanda pasca panen padi |
Pasca panen padi |
Segala usia |
|
7 |
Yoyo |
Alat permainan yang berbentuk bulat dibuat dari kayu dibelah tengah ditimbang berat sama dan dipasang tali, cara memainkan benang diikat di jari telunjuk dan dilempar dan ditarik sehingga tali tergulung dengan sendirinya |
Setiap saat |
Anak-anak |
- Bahasa, Sastra dan Aksara Jawa
- Cerita rakyat
|
No. |
Judul Cerita Rakyat |
Sejarah |
Deskripsi Objek |
|
1 |
Kranjen |
Gabungan dari 2 Padukuhan |
Bagian selatan Dusun Masuk kedalam wilayah Padukuhan Kranjen yang sekarang menjadi RT 03 Padukuhan Karakan |
- Potensi Kerajinan, Kuliner dan Pembuatan Obat Tradisional
|
No |
Jenis Industri |
Jumlah |
Keterangan |
|
1 |
Lemper / pacitan |
6 |
Karakan 06 |
|
2 |
Jamu Tradisional |
1 |
Karakan 06 |
|
3 |
Pengerajin Kursi Rotan |
2 |
Karakan 06 |
- Penataan ruang dan bangunan
|
No |
Aspek |
Pilihan Jawaban |
Keterangan |
|
1 |
Kondisi kebersihan lingkungan |
Cukup bersih |
Bersih |
|
2 |
Kegiatan gotong royong bersih lingkungan |
1 Bulan Sekali |
1 Bulan Sekali |
|
3 |
Keterlibatan warga dalam pelaksanaan gotong royong bersih lingkungan |
Seluruh warga |
Seluruh warga |